Komite Peringatan 1965 mengundang saudara untuk menghadiri forum

Indonesia: Pembataian yang dilupakan

Komite Peringatan 1965-Belanda mengundang saudara untuk menghadiri Forum tentang kejadian yang terjadi di Indonesia dalam kwartal terakhir 1965 dan selanjutnya yang telah melahirkan kediktatoran militer Suharto dengan jutaan rakyat sebagai korbann. Setelah Suharto meletakan jabatan pada bulan Mei 1998, apa yang dinamakan restorasi demokrasi tidak mendatangkan keadilan bagi para korban dan keluarganya. Para pelaku pembantaian tidak dihukum . Hak sipil dari para korban yang masih hidup dan keluarganya tetap dikebiri dan belum sepenuhnya direhabilitasi. Tujuan Komite Peringatan 1965 adalah untuk memoblisasi solidaritas internasional bagi rakyat Indonesia dalam perjuangannya untuk keadilan dan rehabilitasi sepenuhnya.

Pembicara

YUSUF ISAK

Penerbit buku buku terkenal Pramudya. Tahanan politik selama 10 tahun. Penerima PEN Award dan Wertheim Award.

JOSE MARIA SISON

Ketua Liga Internasional Perjuangan Rakyat (ILPS). Tinggal di Indonesia pada permulaan tahun 60-an untuk belajar, bertemu dengan Sukarno dan pemimpin-pemimpin PKI.

ROBERT CRIBB

Dosen Universitas Nasional Australia yang telah melakukan pekerjaan penelitian yang penting tentang Indonesia.

AGUNG PUTRI

Aktivis yang tinggal di Jakarta dan berjuang untuk keadilan dan rehabilitasi para korban wanita dan keluarganya.

tempat: AKHNATON

Nieuwezijds Kolk 25, 1012 PV Amsterdam

www.akhnaton.nl

hari: Minggu, 18 Desember 2005 — 11:30–17:30

Aktivitas Solidaritas Internasional

* Makanan yang disiapkan oleh kawan kawan dari Indonesia dan Filipina * pemutaran * tari-tarian tradisional * pembacan poesi *

Untuk informasi bisa berhubungan dengan Komite Peringatan 1965:

Ruth de Leon: 030-2368722

Marek Ave: 071-5128085

email: comte19_65@yahoo.com

website: http://www.contradictie.nl/1965cc/